Sunday, 22 December 2013

Proses Produksi Minyak Kelapa Sawit



Bahan baku yang digunakan dalam mengolah minyak sawit adalah buah kelapa sawit segar atau biasa disebut tandan buah segar yang diperoleh dari pohon kelapa sawit yang telah berumur lebih dari 3 tahun. Jenis tandan buah segar yang  diolah adalah jenis tenera yang memiliki daging buah tebal, buah tipis dan kandungan minyak yang tinggi. Pada umumnya minyak yang terdapat dipasaran yang berwarna kuning kemerahan berasal dari kulit buah kelapa sawit. Sementara Minyak yang diperoleh dari inti berwarna agak putih kekuningan hampir serupa dengan minyak kelapa.              
Kelapa sawit yang diproses juga harus memenuhi standar bahan baku yang telah ditetapkan perusahaan, yaitu :
1.Buah yang diperoses harus sudah matang, dengan tujuan menjaga mutu produk minyak sawit yang dihasilkan. Buah yang sudah matang adalah buah yang mempunyai minimal 5 brondolan yang terlepas.
2.Kelapa sawit harus diproses paling lambat 48 jam setelah pemanenan. Jika buah diproses setelah lebih dari 48 jam setelah panen akan menyebabkan FFA (free fatty acid) menjadi tinggi dan menurunkan mutu minyak sawit.
Tandan Buah Segar merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan proses produksi. Dengan tersedianya TBS dalam jumlah dan waktu yang tepat akan memperlancar  proses produksi perusahaan.


Diagram Alir Pengolahan Minyak Kelapa sawit












 

Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil)



Minyak kelapa sawit dapat dihasilkan dari kelapa sawit yang dinamakan inti kelapa sawit (palm kernel oil) dan sebagai hasil samping adalah bungkil inti kelapa sawit (palm kernel meal atau pellet). Bungkil inti kelapa sawit adalah inti kelapa sawit yang telah mengalami proses ekstraksi dan pengeringan. Sedangkan pellet adalah bubuk yang telah dicetak kecil-kecil berbentuk bulat panjang dengan diameter kurang lebih 8 mm (Corley, 2007).
Menurut Jakarta Futures Exchange (2006), minyak sawit dapat dipergunakan untuk bahan makanan dan industri melalui proses penyulingan, penjernihan, dan penghilangan bau atau RBDPO (Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil). Disamping itu CPO dapat diuraikan untuk produksi minyak sawit padat (RBD Stearin) dan untuk produksi minyak sawit cair (RBD Olein). RBD Olein terutama dipergunakan untuk pembuatan minyak goreng. Sedangkan RBD Stearin terutama dipergunakan untuk margarin dan shortening, disamping untuk bahan baku industri sabun dan deterjen. Pemisahan CPO dan PK dapat menghasilkan oleokimia dasar yang terdiri dari asam lemak dan gliserol. Secara keseluruhan proses penyulingan minyak sawit tersebut dapat menghasilkan 73% olein, 21% stearin, 5% PFAD (Palm Fatty Acid Distillate) dan 0,5% buangan.